Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia Berikan Kuliah Umum tentang Pengungsi di FH UAJY



Kepala Perwakilan United Nation High Commisioner for Refugees (UNHCR) Indonesia Mr.Thomas Vargas menyambangi Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta pada Jumat (2/11). Kedatangan Mr. Vargas langsung disambut oleh Dekan Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Dr. Y. Sari Murti Widiyastuti di Kampus Hukum, Mrican Baru, Yogyakarta.
Kedatangan Mr. Vargas sendiri bertujuan untuk memberikan kuliah umum serta laporan global tahunan mengenai keberadaan pengungsi di berbagai belahan dunia. Selain itu, kuliah umum ini juga merupakan upaya konkret Fakultas Hukum Universitas Atma Jaya Yogyakarta dalam mengimplementasikan salah satu Visi Universitas Atma Jaya Yogyakarta yakni humanis. Sehingga dengan ini, mahasiswa diharapkan terasah dan peka serta berani memperjuangkan harkat dan martabat manusia yang kini menjadi pengungsi di berbagai belahan negara di dunia.
Selain menyampaikan laporan global tahunannya, Vargas juga menyampaikan beberapa materi dan data mengenai pengungsi-pengungsi yang tersebar di beberapa negara termasuk Indonesia, di dampingi beberapa Dosen Fakultas Hukum serta mahasiswa yang bertempat di Ruang Akreditasi Kampus I. Dalam materinya, Vargas mengatakan Indonesia saat ini belum mengaksesi perjanjian internasional, yaitu Konvensi 1951 tentang status pengungsi, padahal banyak pengungsi-pengungsi dari negara lain, yang ditolak keberadaannya dibeberapa negara dan kemudian berhijrah ke Indonesia. Padahal pengungsi juga orang yang perlu perlindungan dunia, termasuk negara penerima. Hal inilah yang kini menjadi sorotan dalam UNHCR menjalankan fungsinya, sebagai lembaga dunia yang mengurusi di bidang humaniter/pengungsi.
Mr.Vargas juga menjelaskan mengenai arti penting keberadaan UNHCR bagi pengungsi-pengungsi yang akan mencari suaka maupun berhijrah dari negaranya. “Maka dengan itu, peran UNHCR sangat penting. UNHCR berupaya membantu mereka (pengungsi,red) untuk mencarikan tempat tinggal dan pekerjaan bagi mereka (pengungsi,red), ujar Vargas saat penyampaian materi. Sebelumnya, perlu diketahui bahwa pengungsi-pengungsi ini merupakan sebagian besar dari negara timur tengah dan etnis Rohingya yang tengah menghadapi konflik berkepanjangan di negaranya, sehingga demi keamanan dan kenyamanan, mereka memilih meninggalkan negaranya dan mencari suaka di belahan negara lainnya.
Bukan hanya itu saja, Kepala Perwakilan UNHCR Indonesia ini juga mengatakan bukan hanya konsern pada pengungsi warga asing,tetapi UNHCR juga berupaya membantu masyarakat Indonesia yang menjadi pengungsi akibat bencana alam, termasuk Gempa di daerah Lombok, Nusa Tenggara Barat dan Gempa Tsunami Sulawesi Tengah serta bencana alam lainnya. Tujuannya, agar pengungsi nantinya tetap mendapat penghidupan yang layak dan nyaman.

Reporter : Dandy Septian S.
Editor : I Made Wirangga K.